Rabu, 30 Oktober 2013

1.Asal-usul ajaran menyembah manusia (nabi Isa) di dalam agama Kristen, pertama kali berasal dari ajaran setan, bukan berasal dari firman Tuhan. Setan mengabarkan beritanya kepada orang-orang Majus lewat ilmu sihir mereka, yang mereka sebut dengan nujum bintang. Setan mengabarkan beritanya bahwa Raja Yahudi telah lahir ke dunia, lalu setan menambahkan berita bohongnya bahwa Raja Yahudi yang baru lahir itu untuk disembah. Setan adalah guru yang pertama kali mengajarkan sihir kepada manusia pada zaman nabi Sulaiman Dari manakah orang-orang Majus ini tahu tentang berita kelahiran Yesus? Sedangkan di waktu itu belum ditemukan satu pun alat komunikasi, sedangkan jarak orang-orang majus dari tempat kelahiran Yesus di Betlehem, Yudea bermil-mil jauhnya, sehingga di butuhkan waktu beberapa minggu untuk bisa menemui Yesus. Tentulah jawabannya dari setan Orang-orang Majus ialah penganut agama Majusi yang menyembah berhala api pada abad ke-6 SM di Persia kuno. Bukti ajaran Kristen ini berasal dari ajaran setan, dapat kita lihat di dalam Injil itu sendiri pasa Matius 1:1-2

DRFT_WBTC, Yesus lahir di kota Betlehem, di Propinsi Yudea. Pada saat itu yang memerintah di sana Raja Herodes. Sesudah Yesus lahir, beberapa ahli nujum datang dari Timur ke Yerusalem. (Matius 2:1)

DRFT_LDK, 'Udjarnja: dimanatah Radja 'awrang Jehudij jang baharuw taper`anakh itu? karana kamij sudah melihat nudjumnja dimesjrikh, ***sudah datang sombah sudjud padanja. (Matius 2:2)

TB, dan bertanya-tanya:Di manakah Dia,raja Yahudi yang baru lahir dilahirkan itu?-manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)

Setan mempunyai sifat menyebarkan berita bohong terhadap nabi-nabi, seperti di zaman nabi Sulaiman dulu, seperti yang Allah katakan sendiri di dalam Alquran Surah Al Baqarah pada ayat 102. Dan mereka mengikuti apa [76] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [77] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat [78] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya [79]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. [76] Maksudnya: kitab-kitab sihir. [77] Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir). Bukti ajaran menyembah manusia itu bukanlah ajaran dari Allah dan nabi-nabi, nabi Nuh telahpun melarangnya jauh berabad-abad yang lalu sebelum Kristen itu ada di dalam Alquran pada Surah Nuh ayat 21-25: 21. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, 22. dan melakukan tipu-daya yang amat besar". 23. Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr(1521)". [1521] Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr adalah nama-nama berhala yang terbesar pada qabilah-qabilah kaum Nuh. 24. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. 25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah(1522). [1522] Maksudnya: berhala-berhala mereka tidak dapat memberi pertolongan kepada mereka. Hanya Allah yang dapat menolong mereka. Tetapi karena mereka menyembah berhala, maka Allah tidak memberi pertolongan. 2. Orang orang Majusi adalah orang-orang yang pertama kali mengajarkan kesesatan menyembah manusia (nabi Isa) sebagai tuhan Yesus di dalam ajaran Kristen. Bukti itu dapat kita lihat di dalam injil Matius 2:1-2 TB Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. (Matius 2:1) TB dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)

Sejarah Penulisan Taurat

Posted by mochihotoru | Posted in | Posted on 1:12:00 PM

Bagi penganut agama Yahudi dan Kristen,sudah mengakui bahwa kitab taurat yang mereka sucikan sekarang bukanlah salinan Taurat yang ditulis oleh Musa, melainkan kitab yang dikarang oleh generasi Israel yang hidup ratusan tahun setelah kematian Musa. Memang Musa sendiri telah menulis Taurat pada loh batu, kemudian dimasukan ke dalam tabut (Keluaran 24:12; 25:21; 32:15; 34:1-4).
Perjalananan kitab taurat ini sangat berkaitan erat dengan sejarah Israel pasca Sulaiman.Setelah Nabi Sulaiman (raja Salomo) wafat pada tahun 992 SM, Kerajaaannya pecah menjadi dua. Kerajaan utara dinamakan Israel terdiri dari 10 suku Israel, dibawah pimpinan Raja Yerobeam (I Raja-raja 13:33 – 14:20). Ibu kota kerajaaan ini selalu berpindah-pindah dari Sikhem, Pnuel, Tirza dan akhirnya kota Samaria (I Raja-raja 12:25a; 12:25b; 14:17; 16:24,29). Sedangkan kerajaan selatan dinamakan Yehuda, terdiri dari 2 suku, rajanya bernama Rehabeam (I Raja-raja 14:21-31), dengan ibukota Yerusalem.
Yerusalem adalah tempat menyimpan tabut perjanjian yang berisi kitab Taurat. Oleh karena itu warga kerajaan utara (Israel) merasa berkewajiban untuk melakukan ibadah di kota itu. Tetapi karena Yerusalem adalah ibukota kerajaan Yehuda, maka Yerobeam tidak setuju rakyatnya menjadikan Yerusalem sebagai pusat peribadatan mereka. Berdasarkan pertimbangan itu, ia memilih kota Betel serta Dan sebagai pusat peribadatan yang baru, dan mendirikan patung-patung anak lembu yang terbuat dari Emas (I Raja-raja 12:26-33) yang kemudian dianggap sebagai Dewa Kesuburan. Tindakan Yerobeam inilah yang membuat rakyat Israel kembali menyembah berhala (I Raja-raja 13:34; 15:30,34; II Raja-raja 10:29; 13:6; 14:24; 17:22).
Penyembahan terhadap berhala ini meletupkan pertikaian antara rakyat Israel sendiri, serta melibatkan rakyat Yehuda. Perselisihan ini mencapai puncaknya di masa pemerintahan raja Ahab. Nabi Elia menentang keras penyembahan musyrik itu, sedangkan Izebel, istri Ahab, secara terus terang memajukan dan mengembangkan penyembahan berhala yang bernama Baal. Diantara unsure peribadatan ini adalah persundalan(perzinaan)yang dilakukan didalam kuil-kuil dewa, dan berbagai bentuk prilaku seksual yang sangat bertentangan dengan Hukum Taurat yang telah diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel. Lama kelamaan mereka melupakan kitab Taurat itu.
Akibat dari kedurhakaan itu, maka pada tahun 722 SM Allah SWT menghendaki Raja bangsa Asyur yang bernama Sargon II untuk menghancurkan Israel. Sekitar 27.290 orang penduduk Israel dari golongan atas dan menengah digiring ke dalam pembuangan (I Raja-raja 14:15; 17:18; II Raja-raja 17:5-6). Penduduk bangsa lain banyak yang dipindahkan ke negeri Israel. Sehingga terjadilah asimilasi keturunan maupun kepercayaan.
Begitu pula kasus yang terjadi di kerajaan selatan (Yehuda). Akibat dari kedurhakaan dan pelanggarannya terhadap hukum Taurat Musa, maka pada tahun 586 SM Allah membiarkan Nebukadnezar, raja Babilonia, menghancurkan kerajaan Yehuda. Tempat-tempat ibadah Yahudi dan Tabut yang berisi Taurat Musa dihancurkan. Semua pejabat dan rakyatnya digiring ke pembuangan di babilonia, kecuali yang miskin, sakit dan cacat (II Raja-raja 25:1-21). Dinegeri pembuangan ini terjadilah kawin campur antara orang-orang Yahudi (Yehuda) dengan penduduk setempat, yang mengakibatkan asimilasi generasi dan kepercayaan. Bahkan akhirnya bangsa Yahudi tidak mengerti bahasa ibunya sendiri.
Lima puluh tahun berikutnya, Babilonia menjadi negara yang lemah. Pada tahun 539 SM, ia dilumpuhkan oleh Cyrus atau Koresy dari kerajaan Persia. Cyrus mengizinkan bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem. Sekitar tahun 397 SM Ezra (nabi Uzair) memimpin eksodus 1800 orang Yahudi menuju ke Yerusalem. Dimasa Ezra ini, Para rabi (pendeta) Yahudi dan aristokratnya melarang kawin campur antara Yahudi dengan non-Yahudi. Kebijaksanaan ini diambil oleh Ezra untuk menyelamatkan bangsa Yahudi dari asimilasi suku, bahasa dan kebudayaan yang hampir menyapu bersih bangsanya. Pada masa itulah Ezra merevisi dan menyusun kembali kitab Ulangan dan menambah empat kitab sejarah Israel di masa Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, dan Bilangan), yang kemudian disebut dengan Taurat Musa. Karena sebagian besar bangsa Yahudi sudah tidak bias berbahasa Ibrani lagi, maka kitab yang disebut Taurat itu diterjemahkan oleh Ezra ke dalam bahasa Aram.
Yang sempat menimbulkan pertanyaan bagi kalangan sjarawan Alkitab adalah:
1.Apakah Ezra betul-betul menguasai sejarah Israel di masa nabi Musa dan juga menguasai isi Tauratnya.
2.Seandainya Ezra benar-benar mengetahui sejarah Musa, lalu mengapa di dalam kitab yang dianggap sebagai taurat itu menceritakan kematian Musa, tetapi penulisnya tidak mengetahui kuburannya?
Sebagaimana yang termaktub dalam Ulangan 34:6 yang berbunyi:
Lalu matilah Musa, hamba Tuhan itu,di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman Tuhan. Dan dikuburkannyalah dia di suatu tempat di tanah Moab, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
Penulis ayat ini telah menjelaskan bahwa ketika menulis ayat ini, dia masih belum tahu tempat kuburan Nabi Musa.
3.Ataukah Ezra tidak pernah menulis riwayat kematian Musa, tetapi generasi berikutnya menulisnya dalam Taurat yang dianggap suci oleh orang-orang Keisten sekarang?
4.Ataukah Ezra benar-benar telah menulis kembali Firman Allah yang diturunkan kepada nabi Musa yang disebut Taurat. Tetapi kemudian kitab itu diganti oleh generasi berikutnya dengan catatan sejarah Israel?
5.Mungkinkah Ezra menulis cerita-cerita porno yang terdapat di dalam Taurat, seperti Nuh mabuk dan telanjang bulat (Kejadian 9:20-25),Yehuda berzina dengan mantan menantunya (Kejadian 38:16-18), Lut berzina dengan kedua putrinya (Kejadian 19:30-38), Daud berzina dengan istri Uria (II Samuel 11:2-5), Sulaiman rakus wanita dan mendurhakai Tuhan (I Raja-raja 11:1-4), Perzinaan kakak-beradik Ohola dan Oholiba (Yehezkiel 23:20-21)?
Ataukah yang menulis cerita perzinaan itu adalah orang-orang Israel atau Yahudi yang sudah terbiasa menyembah dewa Baal dengan cara melakukan perzinaan, sebagaimana yang kami sebutkan di muka?
6.Walaupun sebagian kecil dari Taurat itu memuat kalimat-kalimat yang dianggap sebagai firman Tuhan. Dan sebagian besar berisi cerita kehidupan Israel. Bisakah isinya dipertanggung jawabkan kebenarannya, suci dari dongeng-dongeng fiktif. Dan secara keseluruhan, dapatkah ia disebut sebagai kitab suci yang 100% dari Tuhan.
Kita juga perlu mengetahui, naskah yang ditulis oleh Ezra itu juga lenyap dibakar oleh raja Syiria, Anthiokus, pada tahun 170 SM. Titus, seorang kaisar Romawi juga berusaha melenyapkan tulisan-tulisan yang dianggap suci oleh Yahudi di masa pemerintahannya.
Setelah itu ditemukan salinan tulisan-tulisan suci warisan lama dalam bahasa Ibrani dengan huruf bahasa Aram, Sekitar tahun 250 SM sisa naskah kuno itu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh Ptolomeus Philadhelphi dari Alexandria, yang kemudian disebut Septuaginta.Naskah asli Septuaginta ini hilang pada jaman Origenes Adamanthios.
Jadi kitab Taurat Musa telah kabur dimakan sejarah sejak abad ke-6 SM. Kitab yang ada sekarang ini hanyalah kumpulan terjemah tulisan-tulisan para penulis sejarah.
Oleh karena itu, dari uraian tersebut kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Sekitar tahun 586 SM,tabut yang berisi Taurat tulisan Musa telah dihancurkan oleh tentara Babilonia.
2. Sekitar abad ke-5 SM (750 tahun setelah kematian Musa) Ezra merevisi dan menyusun kembali sejarah bangsa Israel di masa nabi Musa. Kemudian kitab sejarah itu dianggap sebagai Taurat Musa
Dengan demikian,Taurat yang dianggap suci oleh umat Kristen itu bukanlah firman Tuhan.

sumber: http://kewod58.multiply.com

Comments (0)

Post a Comment